You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.

Sistem Informasi Desa Cipaku

Kec. Paseh, Kab. Bandung, Prov. Jawa Barat

Sejarah Desa



  

PEMERINTAH KABUPATEN BANDUNG

KECAMATAN PASEH

DESA CIPAKU

Jln. Raya Cipaku No. 137 Telp. (022) 85960263 Bandung 40383

 

SEJARAH DESA CIPAKU KEC.PASEH KAB.BANDUNG

 

            Desa Cipaku salah satu desa di wilayah Kecamatan Paseh Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat dengan luas wilayah Desa Cipaku + 289,529 Ha, Kepadatan penduduk sudah mencapai 14.635 jiwa penduduk tetap yang terdiri dari laki-laki 7.414 Orang dan Perempuan 7.221 Orang. Jumlah Kepala Keluarga 4.010 KK berdasarkan hasil pendataan penduduk Tahun 2011.

Mayoritas masyarakat Desa Cipaku Kecamatan Paseh merupakan suku sunda yang tersebar ditiap-tiap RW,  Aspek kebudayaan, baik yang bersifat kebendaan menunjukan identitas dan karakter khas budaya sunda. Selain dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya sunda, pola hidup masyarakat Desa Cipaku Kecamatan Paseh juga diwarnai oleh  nilai-nilai agama khususnya islam  yang dianut oleh sebagian besar  masyarakat  sehingga selain NYUNDA, pola kehidupan masyarakat Desa Cipaku juga bersifat religius, Dinamika religius masyarakat nampak dalam aktifitas sehari-hari dan pembinaan keagamaan seperti Pondok Pesantren, Organisasi masa ke- Islaman, Yayasan, Mesjid, Madrasah, Majelis Ta’lim dan lain-lain, Keseharian masyarakat Desa Cipaku adalah bercocok tanam, ber tani, buruh tani, peternak domba dan peternak ayam dan buruh yang lainnya.

       Menurut Cerita Tokoh Masyarakat kami Desa Cipaku terbentuk sejak jaman kolonial Belanda sekitar tahun 1890-an, konon di wilayah desa kami ( perkampungan sekarang Kampung Cipaku) terdapat sebuah Pohon yang tinggi, besar dan kokoh serta berbuah namun keberadaannya hanya satu satunya di Desa kami bahkan di desa lain dalam wilayah Kecamatan Paseh tidak ada lagi pohon semacam itu, pohon tersebut bersifat unik tidak pernah berbunga namun selalu berbuah pohon dimaksud yaitu bernama “Pohon CIPAKU”.

 

          Atas hal tersebut para tokoh dikala itu berembuk untuk memberikan nama Desa kami dengan nama “Desa Cipaku” yang tujuannya untuk melestarikan nama pohon Paku serta mengambil hikmah dari pohon dimaksud karena tokoh di kala itu beranggapan bahwa Desa kami akan maju dan mandiri seperti hal nya pohon Paku yang tinggi dan kekar, selalu berbuah banyak, serta jarang dijumpai karena kelangkaannya sehingga akan diburu dan dicari oleh banyak orang.

 

Namun keberadaan pohon Cipaku sampai saat ini sudah tidak ada hanyalah tinggal sebuah cerita legenda saja karena sudah punah, maka dengan itu masyarakat sekarang tidak tahu bagaimana keberadaannya “pohon Cipaku”

 

 

Bagikan artikel ini:
Komentar